Faperta Bekarya RTV : Peran Mekanisme Pertanian Dalam Menyongsong Pertanian 4.0

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Dr. Sandi Asmara, Dr. Mareli Telaumbanua, dan Dr. Warji di Radar Lampung Televisi pada hari Kamis tanggal 7 Februari 2019 melaksanakan program siaran Faperta Berkarya dengan tema Peran Mekanisme Pertanian Dalam Menyongsong Pertanian 4.0 “Nano Teknologi, Otomatisasi Teknologi Internet of Thing (IoT)”.

Memasuki revolusi industri teknologi yang ke-4 atau biasa disebut era four point zero (4.0) yang secara prinsip ikut merubah cara hidup atau cara bekerja dan cara-cara lain disemua aspek kehidupan dan mau tidak mau harus merespon perubahan termasuk juga perubahan dalam teknologi industri di bidang pertanian. Pertanian memiliki peranan yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat. Berhasilnya sektor pertanian akan berdampak pada ketahanan pangan. Oleh sebab itu, ilmu mekanisme pertanian adalah bagian dari industri pertanian hari ini yang penting, karena produksi yang efisien dan pengolahan bahan-bahan tergantung pada mekanisasi.

Memasuki era revolusi industri 4.0 ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. Begitupun sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Ke depan olah lahan, olah tanam, dan olah panen hingga pengolahan hasil pertanian mengacu pada industri 4.0. Untuk mendukung revolusi industri 4.0, sektor pertanian yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu: pertanian peresisi, pertanian vertikal, dan pertanian pintar (smart framing).

Data besar, sensor dan drone, alat analisis, internet pertanian dan otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0. Pemanfaatan internet of thing (IoT) dalam internet adalah untuk meng-connect benda-benda sekitar kita dengan internet melalui smarphone maupun gedget lainnya.

Nanoteknologi Dalam Menyongsong Industri 4.0 Sektor Pertanian dan Pangan
Menurut Dr. Warji (TEP FP unila), penelitian di bidang teknologi nano yang berkembang pesat dalam dekade terakhir merupakan tantangan dan peluang bagi Indonesia untuk ikut berperan dalam pasar dunia.

Penerapan teknologi nano pada bidang pertanian dan pengolahan pangan di Indonesia seperti pupuk, antioksidan, pengawet makanan, fortifikasi, pangan fungsional, obat-obatan, dan kemasan pintar mulai banyak dikembangkan.

Otomatisasi Untuk Mendukung Pertanian 4.0 (Smart Framing)
Menurut Dr. Mareli Telaumbanua (TEP FP Unila), berdasarkan perkembangan teknologi industri 4.0 di sektor pertanian lahan pertanian kita mulai dapat dibajak, disemai, dipupuk, dan dipanen seluruhnya oleh armada mesin yang bekerja secara otonom baik di darat dan udara.

Mesin-mesin itu pun dapat bekerja sepanjang siang dan malam. traktor-traktor dengan pengemudi yang tak pernah lelah juga dapat melalui rute-rute yang telah diprogram sebelumnya di berbagai lahan pertanian luas di penjuru dunia.

Sejumlah drone juga akan dapat terbang di atas lahan pertanian untuk menilai kesehatan tanaman dan kondisi tanah. Sensor-sensor di tanah terus memantau jumlah air dan nutrisi di tanah, mengatur irigasi dan pemberian pupuk. Semua perkembangan itu kian menegaskan bahwa masa depan pertanian akan otomatis seluruhnya.

Teknologi Internet of Things (IoT) Dalam Mendukung Enterpreunership
Menurut Dr. Sandi Asmara (TEP FP Unila), data yang terus-menerus diperoleh dari lahan pertanian akan terakumulasi dalam volume dan jenis data yang sangat besar. Perkembangan teknologi penanganan “Big Data” terkini memungkinkan kita untuk melakukan penyimpanan data tersebut. Data yang banyak tersebut dapat dianalisis untuk kepentingan pengambilan keputusan atau melakukan prediksi, khususnya dalam pemasaran hasil pertanian.

Simpulan
Melalui implementasi Industri 4.0 disektor pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing.

Maju Cemerlang Faperta Kita.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.